Salam dulu ya.....

Salam dulu ya.....

Jumat, 19 Agustus 2011

UMMY.......

أَخْبَرَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ
قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ
ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ
Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Ummy atau yang lebih akrab di telinga kita dengan sebutan ibu disebut 3 kali oleh Rasulullah sebagai orang yang harus kita hormati pertama kali di dunia ini sebelum ayah. Ia adalah wanita mulia yang luar biasa hebatnya. dengan penuh kesabaran ia mengandung kita selama 9 bulan, dengan penuh kasih ia membawa kita kemanapun ia pergi. Lalu saat tiba waktunya ia berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan kita, saat mendengar tangis pertama kita, ia lupa segala kesakitannya, yang ada ia  malah menangis dan tersenyum bahagia.

Ibu betapa mulianya engkau, engkau madrasah pertama dalam hidupku. Kau ajari aku segala sesuatu tentang dunia. Kau yang pertama kali berlari ke arahku saat aku terjatuh. Kau menangis saat aku sakit dan terluka. Kau tersenyum bangga saat aku berbuat baik...

Sebuah pepatah arab mengatakan Al-Ummu madrasah (ibu adalah sekolah). Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman sekarang dimana al-ghazwu al-fikri (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal...! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.

Mungkin yang tampak bagi kita pekerjaan ibu itu mudah tapi kenyataannya menjadi ibu adalah tanggung jawab yang luar biasa besar.. Lalu kenapa kita sebagai anak terkadang mengabaikan semua itu. Pernahkan kita tak mendengarkan ibu kita saat ia bicara? atau malah tak melakukan apa - apa saat ia butuh bantuan kita? atau malah membentakya karna tak mau mendengar nasehatnya? atau keacuhan - keacuhan lain yang membuat hatinya sedih. Jika kau pernah melakukan itu, pulanglah dan segera minta maaf pada ibumu. 

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ
Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Allah melarang kalian durhaka kepada ibu kalian.”(HR Bukhary)

Semoga kita bukan termasuk orang - orang yang durhaka terhadap ibu...Amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar